Luruskan Niat… Niat Ikhlas.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allâh dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Qs al-Bayyinah)”

Dari penggalan surat AlBayyinah diatas, Allah Swt menyuruh kita untuk berlaku ikhlas, yakni memurnikan keta’atan hanya kepadaNya. Ikhlas, jika berdasarkan kebiasaan kita sehari-hari dalam masyarakat,  kata ikhlas didefinisikan dengan rela, ridho. “Saya ikhlas deh melepas kepergiannya…”, atau ” Saya sudah ikhlas koq, atas harta saya yang hilang kemaren…”. Sebenarnya makna hakiki dari ikhlas adalah, kita beramal semata-mata mengharapkan balasan dari Allah swt, pahala di akhirat kelak.  Kalaupun didunia kita diberi balasan/ ganti yang lebih baik, itu adalah bonus yang diberikan Allah swt kepada kita.

Menarik untuk menjadi perhatian kita. Tidak jarang kita dapati kisah-kisah yang pada dasarnya bisa menjadi ujian bagi kita semua. Seperti misalnya kisah seorang sopir yang mengeluhkan gajinya kecil, hanya Rp 800 Ribu, sementara anaknya ada 5. Dia lantas datang ke seorang ustadz, menceritakan nasibnya. Si sopir ingin punya penghasilan Rp 1,5 juta. Singkat cerita, sang ustadz menyarankan agar si sopir tadi menyedekahkan uang yang dia punya saat itu. Agak ragu-ragu, akhirnya dia serahkan juga uang Rp 100rb yang dia punya. Kemudian sang ustadz berkata, “Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah…” Si sopir menunggu… satu hari, dua hari namun belum ada perubahan. Pada hari keempat, majikan sopir tsb menyuruhnya menemani ke luar kota selama 4 hari. Dan kemudian majikannya memberi amplop kepada sopirnya, yang ternyata berisi uang Rp 1,5 juta.

Dari kisah diatas, bagaimana kita menyikapinya? Apakah si sopir tadi ikhlas dalam bersedekah? Apakah sang ustadz mengajarkan kepada si sopir untuk berbuat ikhlas?

Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niatnya. Jika kita beramal kemudian hanya mengharap pahala besar dari Allah di akhirat kelak, maka Allah Swt akan mengganjar kita dengan itu + gantinya di dunia ini. Tapi jika kita beramal hanya mengharap balasan di dunia, maka kita mungkin akan mendapat sebagian di dunia ini, tapi tidak ada ganjaran di akhirat kelak… Kalau sudah begitu, maka jalan mana yang akan kita pilih?

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Tanda Orang yang beramal hanya untuk tujuan Dunia

Al Bukhari membawakan hadits dalam Bab “Siapa yang menjaga diri dari fitnah harta”.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ ، وَالدِّرْهَمِ ، وَالْقَطِيفَةِ ، وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ تَعِسَ وَانْتَكَسَ

Celakalah hamba dinar, dirham, qothifah dan khomishoh. Jika diberi, dia pun ridho. Namun jika tidak diberi, dia tidak ridho, dia akan celaka dan akan kembali binasa.” (HR. Bukhari).  Qothifah adalah sejenis pakaian yang memiliki beludru. Sedangkankhomishoh adalah pakaian yang berwarna hitam dan memiliki bintik-bintik merah. (I’aanatul Mustafid2/93)

Kenapa dinamakan hamba dinar, dirham dan pakaian yang mewah? Karena mereka yang disebutkan dalam hadits tersebut beramal untuk menggapai harta-harta tadi, bukan untuk mengharap wajah Allah. Demikianlah sehingga mereka disebut hamba dinar, dirham dan seterusnya. Adapun orang yang beramal karena ingin mengharap wajah Allah semata, mereka itulah yang disebut hamba Allah (sejati).

Di antara tanda bahwa mereka beramal untuk menggapai harta-harta tadi atau ingin menggapai dunia disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selanjutnya: “Jika diberi, dia pun ridho. Namun jika tidak diberi, dia pun tidak ridho (murka), dia akan celaka dan kembali binasa”. Hal ini juga yang dikatakan kepada orang-orang munafik sebagaimana dalam firman Allah,

وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (QS. At Taubah: 58)

Itulah tanda seseorang dalam beramal hanya ingin menggapai tujuan dunia. Jika dia diberi kenikmatan dunia, dia ridho. Namun, jika kenikmatan dunia tersebut tidak kunjung datang, dia akan murka dan marah. Dalam hatinya seraya berujar, “Sudah sebulan saya merutinkan shalat malam, namun rizki dan usaha belum juga lancar.” Inilah tanda orang yang selalu berharap dunia dengan amalan sholehnya.

Adapun seorang mukmin, jika diberi nikmat, dia akan bersyukur. Sebaliknya, jika tidak diberi, dia pun akan selalu sabar. Karena orang mukmin, dia akan beramal bukan untuk mencapai tujuan dunia. Sebagian mereka bahkan tidak menginginkan mendapatkan dunia sama sekali. Diceritakan bahwa sebagian sahabat tidak ridho jika mendapatkan dunia sedikit pun. Mereka pun tidak mencari-cari dunia karena yang selalu mereka harapkan adalah negeri akhirat. Semua ini mereka lakukan untuk senantiasa komitmen dalam amalan mereka, agar selalu timbul rasa harap pada kehidupan akhirat. Mereka sama sekali tidak menyukai untuk disegerakan balasan terhadap kebaikan yang mereka lakukan di dunia.

“Keikhlasan itu seumpama seekor semut hitam diatas batu yang hitam di malam yang amat kelam. Ianya wujud, namun amat sukar dilihat”

About bikinngiler

Aku pingin hidup sehat, begitu pula aku ingin semua keluarga di Indonesia bisa hidup sehat... karena itulah, kucoba untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk makanan sehat... Ya di Warungku, bikin ngiler, tersedia produk-produk yang sehat, nikmat namun tetep bikin kantong hemat

Posted on 10 September 2012, in Oase Iman. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Terima kasih sdh diingatkan utk ikhlas dlm setiap gerak langkah qt…pas sekali ktika sy mau memulai usaha skrg ini. Merevisi niat, agar tdk melulu beorientasi pada materi, tp LBH Dr itu….utk menggapai ridho Allah SWT. Oya, kl minat jd agen produk2 sehatnya bgmna caranya? Mohon infonya via email…. Jazakalloh kulitmu katsiron.

  2. Jazakallohu khoiron katsiron (maaf td autotext on)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: