Demam Berdarah atau Tifus yaa…?

Tahun baru 2012…. Wah, tak terasa ternyata sudah masuk tahun baru nih. Seiring dengan pergantian tahun, cuaca di sekitaran rumah di daerah Ragunan Jakarta Selatan tampaknya cukup ekstrim nih. Hujan terus, bisa pagi, siang, malam bahkan tengah malam. Brrrr….. tambah dingin aja. Mana petirnya jedar jeder aja nih, jadi khawatir nonton tipi klo lagi hujan lebat. Soalnya tetangga udah ada yg jadi korban sambaran petir, jderrr, mbleduk deh tipinya….

Masih berkaitan dengan hujan, selain kita kudu waspada dengan akibat ekstrimnya seperti petir dan pohon tumbang, sepertinya kita semua, baik orang tua maupun anak-anak kudu waspada akan datangnya wabah DBD, yakni demam berdarah dengue. Kudu rajin bersih-bersih lingkungan nih, soalnya nyamuk pembawa virus DBD demennya di air-air genangan bekas hujan, bisa juga bak penampungan air. Perlu diingat juga, ada satu penyakit yang ciri-cirinya mirip dengan Demam berdarah, yaitu Tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella thyposa. Meski mirip, namun keduanya berbeda, namun sama bahayanya. Untuk itu, disini akan kita bahas kedua macam penyakit tersebut.

Demam berdarah atau Tifus yaaa…..?

Penyebab
Demam Berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.
Tifus
Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhosa. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.

Bagian yang Diserang
Demam Berdarah
Virus demam berdarah menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian. Tapi saat ini, tidak adanya bintik-bintik merah di kulit bukan berarti bebas dari demam berdarah, jadi tetap harus waspada.
Tifus
Bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.

Gejala
Demam Berdarah
Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:
Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.
Tifus
Pada penderita tifus, gejalanya adalah sebagai berikut:
Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
Nyeri perut dan diare.
Batuk dan sakit tenggorokan.

Pemeriksaan

Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah. Dari hasil lab, nanti akan diketahui apa sebenarnya yang sedang menjangkitinya.

Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ya benar, cara hidup sehat kita cukup berperan dalam mencegah penyakit-penyakit tersebut. Jadi, Mari kita biasakan hidup sehat…. Baik dari makanannya, maupun lingkungannya.

Artikel : kumpulan.info

About bikinngiler

Aku pingin hidup sehat, begitu pula aku ingin semua keluarga di Indonesia bisa hidup sehat... karena itulah, kucoba untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk makanan sehat... Ya di Warungku, bikin ngiler, tersedia produk-produk yang sehat, nikmat namun tetep bikin kantong hemat

Posted on 11 Januari 2012, in Artikel Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: