Andai burung merpati berkeringat

Di sebuah pos penimbangan truk, seorang pengemudi truk trailer menggedor-gedor dinding trailernya menggunakan tongkat sebesar pemukul bisbol.  Ketika saya tanyakan mengapa ia berbuat demikian, ia menerangkan,” Truk saya kelebihan berat 500 kilogram. Saya mengangkut satu ton burung merpati, maka saya harus membat separuh dari mereka terbang terus sepanjang waktu.” Oke deh, ini sebuah lelucon, tetapi mungkinkah itu berhasil?

Sebuah lelucon sangat tua, yang dimaksudkan supaya tampak ilmiah. Sayang tidak. Itu tidak berhasil. Coba bayangkan seperti ini. Trailer itu penuh dengan barang. Boksnya sendiri ntah berapa beratnya. Apakah menggedor-gedor dindingnya dapat menyebabkan beratnya berubah, ntah isinya emas batangan, bulu angsa, pasir, merpati atau kupu-kupu? Jelas tidak. Berat sekumpulan bahan sama dengan berat total molekul-molekul di dalamnya, tidak peduli bagaimana anda menata molekul-molekul itu.

Akan tetapi yang menyesatkan adalah kenyataan bahwa kupu-kupu dan merpati yang sedang terbang tidak berpijak ke lantai, sebagaimana kebanyakan muatan lain. Lalu bagaimana berat mereka dapat tersalur  ke timbangan yang ditempatkan di bawah roda truk? Melalui udara. Udara, betapa pun tipis dan tidak kelihatan, adalah sebuah zat. Udara terdiri atas molekul-molekul, sama seperti semua benda lain dan karena itu memiliki berat: 1,178 kg per meter kubik di muka laut. Merpati ketakutan yang terbang di luar kehendak sendiri cenderung bertahan di udara dengan berulang kali mengepakkan sayapnya. Ketika sayap itu menekan udara ke bawah, dorongan itu tersalurkan, molekul demi molekul melalui udara. (Anda pasti dapat merasakan desiran anginnya andai dapat berada bersamanya). Udara yang tertekan pada gilirannya menekan apapun yang ada disekitarnya, termasuk dinding, lantai, dan langit-langit trailer. Gaya dorong sayapmerpati dengan demikian betul-betul tetap berada dalam trailer, sehingga tidak mengubah pengaruhnya terhadap angka timbangan.

Akan tetapi, Anda mungkin bersikeras mengatakan bahwa ketika merpati mulai melesat terbang, bukankah kakinya mendorong udara ke lantai trailer, sehingga untuk sesaat beban trailer menjadi lebih berat, bukan lebih ringan? Dan bahkan setelah merpati itu berada di udara, bukankah kepakan sayapnya terus-menerus memberikan gaya tambahan ke bawah, ke lantai trailer, melalui udara, sehingga beban trailer setiap kali menjadi lebih berat?

Sikap ngotot anda sepintas seperti benar. Akan tetapi menurut Sir Isaac Newton, setiap aksi mempunyai reaksi yang sama besar dan berlawanan arah. Maka dorongan ke bawah, ke lantai trailer dinetralkan secara tuntas oleh gaya dorong ke atas yang dialami oleh merpati itu sendiri. Karena aturan main inilah merpati mengepakkan sayap mereka untuk terbang.

Jika si pengemudi truk tetap ingin mengakali petugas pengawas lalu lintas angkutan jalan raya, bukan tidak mungkin ia sengaja memasukkan seekor kucing didalamnya, kemudian membuat lubang di lantai trailer untuk mengalirkan keringat merpati yang terkuras karena harus terbang terus-menerus.

Tapi, rasanya merpati tidak keringatan.

About bikinngiler

Aku pingin hidup sehat, begitu pula aku ingin semua keluarga di Indonesia bisa hidup sehat... karena itulah, kucoba untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk makanan sehat... Ya di Warungku, bikin ngiler, tersedia produk-produk yang sehat, nikmat namun tetep bikin kantong hemat

Posted on 24 Juni 2011, in Einstein Aja Gak Tau. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: