Kenali Anak Autis… Pahami, kemudian Sayangi Mereka

“Astaghfirullah,… Hati ini terperanjat, kaget banget, melihat seorang anak kecil, ya paling usia 3-4 tahunlah, menarik adiknya yang masih umur setahunan, diseret dengan posisi telentang…sreeeetttt…….  Malah, pernah juga si anak ini menendang-nendang kaki adiknya tsb dengan keras sekali. Jika di rumah katanya anak itu sangat hiperaktif, lompat sana, lompat sini. Klo keinginannya tidak dipenuhi, seringnya marah-marah sambil berteriak-teriak. Setelah saya tanya2, ternyata si anak mengidap autis. Mmmmm… sakit autis ya, pikir saya.

Apa itu Autis

Mungkin saya adalah satu dari sekian banyak orang yang masih belum mengerti dengan yang namanya Autis, dan menganggap autis adalah suatu penyakit. Jadi apa sih sebenarnya autis itu?

Autis adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun. 
Penyebab Autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.

Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal.

Disamping itu seringkali (prilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.

Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.

Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.

Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).

Para peneliti memperkirakan kombinasi gen dalam keluarga menyebabkan subtipe autisme. Bahan kimia atau obat-obatan yang masuk dalam tubuh ibu selama kehamilan berperan dalam gejala autisme. Dalam beberapa kasus, autisme berkaitan dengan tingkat phenylketonuria (gangguan metabolisme yang disebabkan tidak adanya hormon tertentu), virus rubella, dan penyakit celiac (tidak mampu menoleransi gluten dalam tepung).

Kenali anak Autis, pahami dan Sayangi mereka

Berikut beberapa jenis autisme:
* Gangguan autistik
Gejala ini sering diartikan orang saat mendengar kata autisme. Penderitanya memiliki measalah interaksi sosial, berkomunikasi, dan permainan imaginasi pada anak di bawah usia tiga tahun.

* Sindrom Asperger
Anak yang menderita sindrom Asperger memiliki problem bahasa. Penderita sindrom ini cenderung memiliki intelegensi rata-rata atau lebih tinggi. Namun seperti halnya  gangguan autistik, penderita kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi.

* Gangguan perkembangan menurun (PDD)
Gejala ini disebut juga non tipikal autisme. Penderita memiliki gejala-gejala autisme, namun berbeda dengan jenis autistik lainnya.

* Sindrom Rett
Sindrom ini terjadi hanya pada anak perempuan. Mulanya anak tumbuh normal. Pada usia satu hingga empat tahun, terjadi perubahan pola komunikasi, dengan pengulangan gerakan tangan dan pergantian gerakan tangan.

* Gangguan Disintegrasi Anak
Pada gejala autisme ini, anak tumbuh normal hingga tahun kedua. Selanjutnya anak akan kehilangan sebagian atau semua kemampuan komunikasi dan keterampilan sosialnya.

sumber  www.autis.info

Autis bukanlah suatu penyakit. Hanya saja, untuk menghadapi anak pengidap autisme, memang sangatlah dibutuhkan kesabaran yang ekstra luar biasa.  Sebagai bentuk perhatian kita,mungkin perlu dimulai dari pola makan dan esensi makanannya. Dalam berbagai penelitian penyedap makanan yang biasa beredar di pasaran, yang tak lain adalah MSG, turut memperburuk kondisi para pengidap autisme.

Kemajuan teknologi saat sekarang ini, turut merevolusi perkembangan dan kemajuan di sektor pangan. Dengan teknologi kimiawi, tanaman pangan bisa dipanen lebih awal. Dengan teknologi suntik, ayam pedaging bisa di panen lebih cepat. Dari sisi ekonomis begitu menguntungkan, namun tidak dari sisi kesehatan.

Hidup sehat, terlebih lagi bagi mereka pengidap autisme, adalah suatu pilihan yang tepat bagi kita2 yang menyayangi mereka. Untuk itu, mulai sekarang kurangi mengkonsumsi vetsin. Penyedap kaldu Alsultan bisa juga dijadikan alternatif penyedap yang sehat. Beralihlah mengkonsumsi ayam2 suntik dengan ayam organik. Mengkonsumsi beras organik pun, bisa menjadi pilihan untuk hidup sehat, terutama bagi anak2 pengidap autis.

About bikinngiler

Aku pingin hidup sehat, begitu pula aku ingin semua keluarga di Indonesia bisa hidup sehat... karena itulah, kucoba untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk makanan sehat... Ya di Warungku, bikin ngiler, tersedia produk-produk yang sehat, nikmat namun tetep bikin kantong hemat

Posted on 5 Juni 2011, in Artikel Kesehatan. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Wow… Artikel yang menarik..
    Blognya juga keren..
    Salah satu cara menyelamatkan anak-anak
    Dari pengaruh-pengaruh yang kurang baik adalah…
    Melalui bidang PEndidikan dan Parenting
    Senang sekali ada orang yang peduli akan hal itu..
    Saya juga punya blog tentang anak-anak yang berisi:
    1. Lagu anak Pendidikan TK dan PAUD
    2. Dongeng Pendidikan Moral
    3. Tips Parenting
    4. Tips pendidikan kreatif
    5. Dan artikel2 menarik tantang dunia anak
    Silakan berkunjung ke http://lagu2anak.blogspot.com
    Salam kenal…Saya Kak Zepe. .
    Bila berkenan, mari bertukar link. 

  2. lengkap. tapi sy blum tau apakah autisme dan idiot itu sama?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: