Keutamaan Kaya Harta yang senantiasa Membelanjakannya di jalan Allah

Dalam satu kajian setelah Sholat dhuhur, yang membahas AlQuran surat AlBalad, sang ustadz mengatakan bahwa, nanti di hari kiamat orang-orang miskin yang beriman akan masuk ke dalam surga 40 tahun lebih dahulu dari orang-orang kaya. 40 tahun? Padahal perhitungan nanti di akhirat, 1 hari disana setara dengan 1000 tahun di dunia sekarang. Jadi kebayang, berapa lama waktu untuk menunggu putusan terhadap orang-orang kaya. Hal ini lantas menimbulkan opini, wah lebih baik miskin dong kalau begitu.

Dalam satu kesempatan, saya bertanya kepada sang ustadz :”Ustadz, bagaimana kita menyikapi hal tersebut?” Apakah keterangan tsb menghasung kita untuk berlomba-lomba dalam kemiskinan?”. Jawabnya: “Begini. 40 tahun tersebut adalah waktu tunggu seorang hamba yang kaya, untuk diaudit harta kekayaannya. Darimana asalnya, dan dibelanjakan kemana.” Proses audit yang sangat detail itulah, yang membuat jadi lama. Si Miskin, tatkala diperiksa sholatnya, bagus. Puasanya, bagus. Dzikirnya, oke. Nah pas diperiksa hartanya, gak ada. Ya sudah,langsung masuk surga aja. Tapi…. bukan tidak mungkin, setelah proses audit selesai kepada si kaya, dia memperoleh derajat/kedudukan di Surga yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari si miskin. Si kaya, dengan kekayaan hartanya, dia mampu berbuat lebih banyak daripada si miskin. Dia bisa sedekah, naik haji, membuka lapangan kerja sehingga memberi manfaat bagi orang banyak, bisa membangun panti asuhan, dan lain-lain yang bisa mengangkat derajatnya.

Miskin jika sabar, maka itu bagus baginya. Begitupula jika kaya, namun tidak takabur, senantiasa mempergunakan harta kekayaannya di jalan Allah, itu pun sangat baik. Keduanya, baik kaya dan miskin, adalah ujian dari Nya. Hanya saja, kecenderungan manusia tidak tahan jika diuji dengan kekayaan. Kebanyakan manusia, akan mudah melupakan Nya jika sudah kaya. Dulu tatkala masih miskin, rajin mengikuti pengajian. Tatakala masih kuliah, dengan biaya hidup pas-pasan, begitu rajinnya mengikuti kajian ilmu. Namun tatkala sudah kaya, sudah jarang. Tatkala setelah lulus kuliah, dan bekerja, sudah tidak sempat lagi mengikuti pengajian.

Potret Sahabat Nabi: Abdurrahman bin Auf, seorang kaya raya yang dermawan

Abdurrahman bin ‘Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup serta termasuk salah seorang dari enam orang anggota syura. Beliau dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Abdurrahman bin ‘Auf adalah seorang saudagar kaya, yang senantiasa membantu perjuangan Nabi Muhammad saw dengan hartanya. Laba dari perniagaannya yang semakin meningkat dari ke hari tidaklah menyebabkan beliau menjadi manusia yang pelit dan kikir serta jauh dari jalan Allah. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk menyumbangkan hartanya di jalan Allah dan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa beliau menyumbangkan setengah dari hartanya. Hal ini seperti disebutkan Zuhri bahwa Abdurrahman bin Auf menyumbangkan setengah dari hartanya sebanyak empat ribu dirham pada masa Rasulullah s.a.w., kemudian beliau menyumbangkan empat ribu dirham, kemudian empat puluh dinar, kemudian lima ratus kuda perang di jalan Allah, kemudian seribu lima ratus tunggangan/ rahilah di jalan Allah, dan semua penghasilannya bersumber dari perniagaan.

Sosok Abdurrahman bin auf memang menjadi ikon tersendiri tentang kekayaan jaman sahabat. Dan kekayaan beliau bukan isapan jempol belaka. Pernah suatu ketika iring-iringan barang dagangnya yang mencapai 700 unta, sampai menggegerkan warga Madinah karena suara ribut yang dihasilkannya. Tapi sesungguhnya bukan itu saja, masih banyak lagi aset beliau yang sangat banyak, bahkan konglomerat jaman ini pun tak bisa menyainginya.

Jangan Cuma percaya aja kalau beliau sahabat yang kaya raya, tapi mari kita lihat coba menganalisa perkiraan total kekayaan beliau, dari beberapa riwayat tentang sejarah hidupnya dalam Kitab Asadul Ghoba. Semua untuk menambah keyakinan, bahwa sejarah orang Islam juga diwarnai sejarah orang-orang kaya !

INFAK BELIAU SEMASA HIDUP (yang terdokumentasikan)
1)Sedekah pertama 4.000 dinar (Rp 4,250,000,000)
2) Sedekah kedua 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000 )
3) Sedekah ketiga 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000)
4) Sedekah berupa Unta fisabilillah sebanyak 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )
5) Tanah untuk Istri2 Rasulullah 40.000 dinar (42,500,000,000 )
Sehingga total perkiraan Infak Beliau saat masih Hidup Rp 141,750,000,000

HARTA BELIAU SAAT MENINGGAL
1) Berwasiat untuk fii sabilillah 50.000 dinar (Rp 53,125,000,000)
2) Berwasiat untuk para veteran Badr 40.000 dinar (Rp 42,500,000,000)
3) Berwasiat unta fii sabilillah 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )
4) Hewan Ternak – unta 1.000 ekor (Rp 10,000,000,000 )
5) Kuda 100 ekor (Rp 1,000,000,000 )
6) Kambing 1.300 ekor (1,300,000,000 )
7) Ganti Hak waris untuk 4 istrinya 320.000 dinar (Rp 340,000,000,000)

Perkiraan Harta Tinggalan Beliau Rp 457,925,000,000
TOTAL PERKIRAAN ASET MINIMAL Rp 599,675,000,000 ( Rp 600 Milyar )

Diriwayatkan bahwa keempat istri Abdurrahman bin Auf mendapatkan ganti hak waris sebesar 80.000 dinar ( Rp 85 milyar) peristri, sehingga total ganti waris untuk keempat istrinya adalah Rp 340 Milyar. Nah, sesuai dengan hukum waris ( melalui pendekatan perkiraan ) bahwa jatah waris istri-istri adalah seperdelapan dari total warisan. Itu berarti angka Rp 340 M baru seperdelapan kekayaan total beliau. Sehingga asumsi minimalnya, kekayaan warisan beliau totalnya adalah Rp 340 M x 8 = Rp 2,72 Trilyun.

Nah ! Baru tahu kan seberapa besar kekayaan Abdurrahman bin Auf ? Tapi sekali lagi, paparan di atas itu baru perkiraan MINIMAL , ada beberapa aset yang tidak bisa kami analisa karena tidak jelas berapa nilainya. Seperti : Diriwayatkan bahwa ketika beliau meninggal, masih ada peninggalan beliau yang berupa LOGAM EMAS YANG SANGAT BESAR ! Bahkan mereka yang mencoba memotongnya dengan kapak pun tangannya menjadi pegal bengkak-bengkak !
Bayangin aja sobat, segedhe apa tuh emas warisan Abdurrahman bin Auf.

Jadi kalau kita perkirakan sesuai analisa di atas, bahwa harta beliau berkisar antara Rp 600 Milyar hingga Rp 2,7 Trilyun, itu belum termasuk bongkahan emasnya ! Bayangin pula, mana ada di dunia ini yang ketika meninggal bagi-bagi harta sampai sebesar itu ? Bahkan empat istri tercintanyapun langsung dapat ganti waris secara cash masing-masing 85 milyar !

Bukan itu saja, yang lebih membuat kita kagum bahwa beliau itu jelas tercatat mendapat jatah SURGA AWARD, yaitu nama beliau termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk surga oleh Rasulullah SAW ! Subhanallah, persis jargon anak muda zaman ini ; tua kaya raya dan mati masuk surga !

Jadi, mari persiapkan diri kita untuk menjadi kaya………….. Tapi jangan lupa untuk mencontoh Abdurrahman bin Auf🙂

About bikinngiler

Aku pingin hidup sehat, begitu pula aku ingin semua keluarga di Indonesia bisa hidup sehat... karena itulah, kucoba untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk makanan sehat... Ya di Warungku, bikin ngiler, tersedia produk-produk yang sehat, nikmat namun tetep bikin kantong hemat

Posted on 26 Mei 2011, in Oase Iman. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kukuh budiharso

    setuju2… bagus artikelnya…salam kenal http://budiharso.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: