Mengenal Bahaya mengkonsumsi penyedap rasa yang ber-MSG

Suatu waktu setelah sholat Magrib, saya dan temen menyempatkan diri dulu ke luar kantor, sambil nunggu kemacetan berkurang di sekitaran Mampang – Warung Buncit, nongkrong di lapak Sate dan soto Madura. Pesen apa ya? Yang murah meriah dan enak deh… Soto Madura, mmmm..cuma 7000 aja udah kenyang. Pas temen yang pesen, dia bilang:” Bang, gak pake micin ya….” Wah, saya pikir apa enaknya gak pake micin / vetsin. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya datang juga itu mangkok2 soto yang hangat, masih ngebul. “Nah ini yang ga pake micin”, begitu kata tukang sotonya. Temen saya bilang, emang beda ya klo gak pake micin, rasanya gak sedep. Tapi ya, demi kesehatan katanya. Soalnya, itu micin/vetsin yang tidak lain adalah MSG, ngga baik klo dikonsumsi, apalagi jika ditimbun dalam tubuh selama bertahun-tahun.

APA ITU MSG?

MSG (Monosodium Glutamat) atau lebih dikenal vetsin, adalah salah satu bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan flafour atau cita rasa yang lebih enak dan lebih nyaman ke dalam masakan, banyak menimbulkan kontroversi baik bagi para produsen maupun konsumen pangan karena beberapa bagian masyarakat percaya bahwa bila mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, mereka sering menunjukkan gejala-gejala alergi. Di Cina gejala alergi ini dikenal dengan nama Chinese Restaurant Syndrome (CRS).

Beberapa laporan menyatakan bahwa orang-orang yang makan di restoran Cina, setelah pulang timbul gejala-gejala alergi sebagai berikut: mula-mula terasa kesemutan pada punggung dan leher, bagian rahang bawah, lengan serta punggung lengan menjadi panas, juga gejala-gejala lain seperti wajah berkeringat, sesak dada dan pusing kepala akibat mengkonsumsi MSG berlebihan. Gejala-gejala ini mula-mula ditemukan oleh seorang dokter Cina yang bernama Ho Man Kwok pada tahun 1968 yaitu timbulnya gejala-gejala tertentu setelah kira-kira 20 sampai 30 menit konsumen menyantap makanan di restoran China.

Komisi penasehat FDA (FDA”s Advisory Committee) bidang Hypersensitivity to Food Constituents dari hasil penelitiannya melaporkan 2 hal mengenai gejala CRS tersebut yaitu: MSG dicurigai sebagai penyebab CRS dan pada saat itu ditemukan bahwa ternyata hidangan sup itulah yang dianggap sebagai penyebab utama timbulnya gejala CRS tersebut.

Kesimpulan Komisi Penasihat FDA terhadap penelitian tersebut yaitu MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum tetapi reaksi hipersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil masyarakat. Ambang batas MSG untuk manusia adalah 2 sampai 3 g, dan dengan dosis lebih dari 5 g maka gejala alergi (CRS) akan muncul dengan kemungkinan 30 persen.

Penggunan vetsin (MSG) dalam beberapa jenis makanan bayi yang dipasarkan dalam bentuk bubur halus, yang dikenal sebagai baby Foods sesungguhnya dilakukan hanya untuk memikat konsumen (ibu-ibu) oleh rasa lezat. Sedangkan pengaruhnya terhadap makanan, vetsin tidak akan menambah gizi maupun selera makan bagi bayi karena bayi tidak begitu peduli oleh rasa.
Berikut contoh produk penyedap ber-MSG yang beredar di pasaran

Dari hasil penelitian Dr. John Alney dari fakultas Kedokteran Universitas Washington, St. Louis pada tahun 1969 menunjukkan bahwa penggunaan vetsin dalam dosis yang tinggi (0,5 mg/kg berat badan setiap hari atau lebih) diberikan sebagai makanan kepada bayi-bayi tikus putih menimbulkan kerusakan beberapa sel syaraf di dalam bagian otak yang disebut Hypothalamus. Bagian otak inilah yang bertanggung jawab menjadi pusat pengendalian selera makan, suhu dan fungsi lainnya yang penting.

Bagi ibu-ibu yang sedang mengandung dan mengkonsumsi MSG dalam jumlah besar, di dalam plasentanya ternyata ditemukan MSG dua kali lebih banyak dibanding dalam serum darah ibunya. Hal ini berarti jabang bayi mendapat masukan MSG dua kali lebih besar.

Percobaan terhadap vetsin dari segi gizi dan rasa bagi bayi tidak ada gunanya, maka penghindaran pemakaian dan konsumsi MSG bagi bayi dan ibu mengandung perlu diperhatikan, dikurangi atau bila perlu dicegah.

Mengapa Tidak Baik Mengkonsumsi MSG Berlebihan?

Sejak ditemukannya asam glutamat atau yang sering disebut dengan MSG (Monosodium Glutamat) pada tahun 1940, asam glutamat telah digunakan di berbagai macam jenis produk makanan di berbagai negara, khususnya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Asam glutamat merupakan salah satu dari 20 asam amino yang ditemukan pada protein dan MSG merupakan monomer dari asam glutamat. MSG memberikan rasa gurih dan nikmat pada berbagai macam masakan, walaupun masakan itu sebenarnya tidak memberikan rasa gurih yang berarti. Penambahan MSG ini membuat masakan seperti daging, sayur, sup berasa lebih nikmat dan gurih. MSG dijual dalam berbagai bentuk produk dan kemasan, produk penyedap rasa seperti Ajinomoto atau Royco mengandung MSG sebagai salah satu bahan penyedap rasa. Produk makanan siap saji, makanan beku maupun makanan kaleng juga mengandung MSG dalam jumlah yang cukup besar. Selain lada dan garam, botol berlabel penyedap rasa yang mengandung MSG juga dapat dengan mudah ditemukan di rak bumbu dapur maupun di atas meja restoran. Umumnya, Restoran Cina banyak menggunakan MSG untuk menyedapkan masakan-masakannya.

Walaupun sebagian besar orang dapat mengkonsumsi MSG tanpa masalah, beberapa orang memiliki alergi bila mengkonsumsi berlebihan yaitu gejala seperti pening, mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas dan keringat dingin. Secara umum, gejala-gejala ini dikenal dengan nama sindrom restoran cina.

Di dalam otak, enzim mengkatalis dekarbosilasi asam glutamat menjadi gamma-asam aminobutrat :

Asam glutamat dan gamma-asam aminobutrat mempengaruhi transmisi signal didalam otak. Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, sementara gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal dalam otak. Oleh karena itu, pada akhir tahun 1970, perusahaan-perusahaan makanan bayi bersepakat untuk tidak memasukkan unsur MSG ke produk-produk makanan bayi.

Terima kasih kepada Mas Sutrisno http://www.soetrisno.com/ atas share ilmunya…….

About these ads

About bikinngiler

Aku pingin hidup sehat, begitu pula aku ingin semua keluarga di Indonesia bisa hidup sehat... karena itulah, kucoba untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dengan produk makanan sehat... Ya di Warungku, bikin ngiler, tersedia produk-produk yang sehat, nikmat namun tetep bikin kantong hemat

Posted on 19 Mei 2011, in Artikel Kesehatan. Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. waduuuhhhhhhh…… hampir semua masakan saat ni pakai to semua sob waahhh bahaya nich

    salam persahbatan selalu dr MENONE

    • Yup…. Mas or Mbak niih hehehehe… lam kenal juga :-)
      Ya mau gimana lagi, soalnya skrg ini klo gak sedap dan enak mana laku hehehe… Cuma masalahnya, prinsip ekonomi berperan penting. Modal sekecil-kecilnya, berharap untung sebesar-besarnya. Vetsin yang beredar dipasaran saat ini begitu mudah dan murah didapat. TInggal tabur, cup cup.. enak deh. Padahal klo kita mau eksplore lebih dalam, itu MSG lebih banyak mudhorot (jeleknya) dari pada manfaatnya..

      Alhamdulilah, kami sekeluarga sudah lama tidak mengkonsumsi vetsin, jadi kalo masak ya pake garam, merica dan gula. Enak juga koq, klo takarannya pas. Namun sejak kami berkenalan dengan yang namanya ALSULTAN (Penyedap non MSG), kami mengsubstitusi vetsin yang dulu biasa kami konsumsi dengan AlSultan. Pingin kenal dengan ALSULTAN :-)? Silakan kenalan aja via kedaifawwazsehat ya hehehe……

  2. salam sehat dari saya buat semua semoga artikel ini selalu mengingatkan kita……

  3. makasi untuk informasinya yang sangat bermanfaat
    salam,

  4. anakku alergi msg, kalau kena makanan yg ber-msg jdnya batuk berlendir yg byk, wkt umur 2 thnan bs smp demam tinggi, skr sdh 9 thn, jd hrs hati2 kalo pas beli makanan di warung/restoran

  5. rini tri purwanti

    gmn nich,anakku suka makanan yg gurih,palagi yg namanya sop ayam,tp itu kan pake royco masaknya,dan royco mgandung msg ,,gmn cara utk ngurangi ato mghilangkan kesukaan rasa ini ya?

    • penyedapnya ganti aja bu.. pake alsultan, penyedap pengganti Vetsin/MSG. Emang sih, yang lidahnya terbiasa dengan micin, maka akan merasa kalo alsultan kurang nendang… Tapi lama kelamaan akan terbiasa koq.. Untuk masakan, kombinasikan antara gula pasir, merica, garam, alsultan. Selamat mencoba….

  6. trims infonya,
    mulai sedikit demi sedikit untuk menguragi pemakaian micin/vetsin pada masakan.

  7. Sulit untuk membiasakan masakan tanpa vetsin.

  8. Yuk masak enak+sehat dengan Kaldu Non MSG ;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: